PERHATIKAN DURASI AMAN MENGEMUDI UNTUK MEMINIMALISASI KECELAKAAN

Ketika melakukan perjalanan jauh terkadang beberapa pengemudi memaksakan diri mengemudi dalam waktu berjam-jam tanpa istirahat. Hal tersebut merupakan tindakan yang membahayakan, sebab dalam berkendara terdapat durasi maksimal untuk mengemudi agar kecelakaan akibat kelelahan mengemudi dapat dihindari.

Durasi untuk mengemudikan kendaraan bermotor sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 90. Dalam UU tersebut mengemukakan bahwa durasi maksimal mengemudi adalah 8 jam sehari, selain itu bagi pengemudi yang mengemudi selama 4 jam berturut-turut diwajibkan untuk beristirahat paling singkat setengah jam.

Peraturan tersebut merupakan hasil kajian ilmiah yang mengatakan bahwa tubuh manusia membutuhkan waktu untuk memulihkan konsentrasi dan daya refleks untuk menghindari risiko kecelakaan karena kelelahan atau gangguan microsleep. Microsleep merupakan fenomena ketika pengemudi kehilangan kesadaran dan tertidur dalam waktu singkat, biasanya sekitar 4 sampai 5 detik.

Meskipun hanya berlangsung singkat, microsleep sangat berbahaya. Pengemudi dapat kehilangan kontrol dan membuat oleng kendaraan. Keadaan itu bisa mengancam keselamatan diri Anda dan pengemudi jalan lainnya, apalagi jika mengemudi dengan kecepatan tinggi.

Karena itu, beristirahat setelah 4 jam mengemudi menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Beristirahat selama 30 menit sangat disarankan sebab sangat bermanfaat untuk memulihkan kembali tenaga dan stamina.

Mari menjadi pengemudi cerdas dan mengatur ulang jadwal keberangkatan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *