PAHAMI TEKANAN UDARA BAN PADA MOBIL ANDA

Pada musim hujan yang terjadi saat ini, tekanan udara pada ban sering kali dilupakan oleh para pengemudi. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu bagian penting dari mobil Anda.

Ketika musim hujan tekanan udara pada ban lebih mudah kempis karena dinginnya udara. Karena itu, aturan pengisian tekanan udara pada ban perlu dipahami. Berikut aturannya:

Lihat Panduan Tekanan Udara Ban

Dalam mengisi tekanan udara pada ban perlu diperhatikan bahwa setiap mobil memiliki aturan pengisian tekanan udaranya masing-masing. Aturan pengisian udara pada ban dapat dilihat pada stiker di frame pilar B sebelah kanan, pintu kanan bagian pengemudi.

Sebagai contoh, untuk mobil jenis MPV yang memiliki ukuran pelek standar minimal diisi dengan tekanan udara 30 psi dan maksimal 35 psi, sedangkan untuk pelek variasi yang berdiameter lebih lebar tapi bannya tipis, tekanan udara harus lebih keras lagi yaitu antara 35-40 psi. Untuk mobil jenis SUV tekanan udaranya berkisar 29-32 psi.

Isi Ban dengan Nitrogen

Bagi para pengemudi yang biasa bepergian jarak jauh, disarankan untuk mengisi udara ban dengan nitrogen karena daya memuai udaranya tidak terlalu besar dan tetap stabil. Namun kekurangannya adalah tekanan udara akan lebih cepat habis ketika musim hujan.

Periksa Tekanan Udara pada Ban Cadangan

Selain itu, pengemudi juga harus memeriksa tekanan udara ban cadangan. Meskipun tidak dipakai, tekanan udara ban cadangan juga bisa berkurang. Ban cadangan disarankan untuk diisi dengan tekanan udara yang lebih banyak, seperti 45 psi agar ketika ban cadangan digunakan tekanan udara tetap layak jalan.

Dengan memahami tekanan udara pada ban sesuai dengan aturan yang direkomendasikan dapat menjaga ban mobil Anda tetap awet. Selain itu, tekanan udara pada ban yang sesuai juga menjadi faktor penting bagi keselamatan dan kenyamanan perjalanan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *